Escherichia coli bl21 de3 pcfp esat

Escherichia coli bl21 de3 pcfp esat

Jurnal Penelitian Kecil Mikrobiologi Vol. 3, No. 6, 2015, 01-16

Pendahuluan

Mikroorganisme dapat menyebabkan berbagai

dampak terhadap kehidupan manusia, baik dampak

positif maupun dampak negatif. Adapun dampak

positif keberadaan mikroorganisme terhadap

kehidupan manusia adalah diversifikasi makanan

melalui kemampuan fermentasi mikroba terhadap

bahan pangan. Sedangkan dampak negatif

keberadaan mikroorganisme terhadap kehidupan

manusia adalah timbulnya kerusakan bahan makanan

dan bahan-bahan lainnya yang mana kehadiran

mikroba dalam hal ini akan menimbulkan kerugian,

salah satu contohnya adalah kerugian ekonomi. Oleh

karena itu, dibutuhkan suatu metode dan prosedur

untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba

sehingga keberadaannya tidak merugikan kehidupan

manusia.

Adapun yang dimaksud dengan pengendalian

pertumbuhan mikroba adalah segala kegiatan yang

dapat menghambat atau membasmi mikroba dari

suatu permukaan. Secara umum kontrol pertumbuhan

mikroba diperlukan untuk mencegah penyebaran

penyakit dan infeksi, membasmi mikroorganisme

pada inang yang terinfeksi, serta mencegah

pembusukan dan perusakan bahan oleh

mikroorganisme [7].

Pengendalian pertumbuhan mikroba dapat dilakukan

baik secara kimiawi maupun secara fisik.

Pengendalian pertumbuhan mikroba secara kimiawi

berarti menekan pertumbuhan mikroba dengan

menggunakan senyawa kimia yang mana senyawa ini

akan menimbulkan reaksi kimia tertentu sehingga

menimbulkan efek mikrobiostatik atau

bakteriosidalistilah untuk mikroba lain di

antaranya fungisida, virisida, dan sporisida [7].

Pengendalian pertumbuhan mikroba secara fisik

berarti melibatkan suatu proses yang menimbulkan

perubahan fisik. Adapun pengendalian pertumbuhan

mikroba secara fisik dapat dilakukan dengan

menggunakan panas lembap, panas kering, radiasi,

filtrasi, dan metode pembersihan fisik dengan

memanfaatkan gelombang ultrasonik dan pencucian

[7].

Metode pembersihan fisik dengan menggunakan

gelombang ultrasonik secara umum dikenal sebagai

metode sonikasi. Sonikasi merupakan metode

pemecahan sel yang memanfaatkan getaran dari

gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk

melisiskan sel [7]. Dalam bidang bioteknologi

sonikasi biasanya digunakan untuk proses sonoporasi

yaitu proses pemecahan membran sel sehingga

bagian internal sel keluar [7].

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya,

pertumbuhan mikroba perlu dikontrol baik kontrol

secara kimiawi maupun kontrol secara fisik. Dalam

penelitian kali ini, dilakukan kontrol pertumbuhan

bakteri E. coli BL21 dengan menggunakan sonikator.

Oleh karena itu perlu diketahui efektivitas sonikasi

sebagai kontrol pertumbuhan mikroba secara fisik

terhadap inaktivasi dan viabilitas bakteri E. coli

BL21 sebagai representasi bakteri Gram negatif.

Tujuan dari dilakukannya eksperimen ini adalah

untuk menentukan jumlah bakteri perlakuan positif

sonikasi 4 menit, 6 menit, 8 menit, dan 10 menit

dengan metode TPC, menentukan jumlah bakteri

perlakuan negatif dengan metode TPC, menentukan

densitas optis perlakuan positif sonikasi 4 menit, 6

menit, 8 menit, 10 menit dengan metode TPC,

menentukan densitas optis perlakuan negatif

sonikasi.

Hipotesis yang diajukan adalah bahwa ultrasonikasi

dengan interval nyala 10 detik sekaligus resting 30

detik dan total durasi sonikasi selama 6 menit akan

menghasilkan nilai densitas optis dan angka lempeng

total terendah Escherichia coli BL21.

Metodologi

Bahan

Pada penelitian kali ini digunakan kultur Escherichia

coli yang berasal dari stock culture, yang kemudian

akan diaktivasi. Juga digunakan bubuk nutrien agar

dan nutrien broth sebagai medium bagi pertumbuhan

Escherichia coli BL 21, serta larutan fisiologi NaCl.

Cara kerja

Aktivasi E. coli BL 21

Aktivasi E. coli BL21 dilakukan dengan cara

memindahkan kultur Escherichia coli BL 21 yang

berasal dari stock cultur ke dalam labu Erlenmeyer

berisi nutrient broth, dan diinkubasi selama 24 jam



Источник: www.researchgate.net


Добавить комментарий